Memulai Spring Framework – part 3.

RequestMapping

beberapa anotasi yang digunakan dalam artikel sebelumnya adalah @RequestMapping, @RequestParam dan @RestController, dalam tulisan saya bahas satu persatu arti dan kegunaan anotasi tersebut.

Tambahkan controller ke dalam project yang baru saja dibuat. Buatlah class baru dengan nama HelloWorldService.java dan taruh di dalam package Controllers. Spring framework menggunakan annotations sebagai internal routing dan mapping request dan parameters karena spring adalah IOC Containter maka annotations ini dibuat supaya spring framework bisa re-route setiap request yang masuk sesuai dengan peruntukannya masing-masing request url.

Spring framework membebaskan developer untuk mapping request dan parameter sesuka hati, selama tidak ada conflict yang terjadi dengan routing yang sama. @restcontroller adalah annotation untuk menandakan bahwa suat class adalah Controller dan @requestmapping adalah annotation untuk menandakan url yang digunakan untuk mengakses dan method (http verb) yang digunakan untuk mengakses url tersebut.

RestController

@RestController akan menandakan suatu class adalah controller. Controller akan menerima request yang masuk dari client, dan mengembalikan nilai yang sesuai dalam format JSON. Kita tidak perlu menentukan format nilai kembali, karena spring mendukung HTTP Message converter dan Jackson 2 yang ada di classpath project ini secara otomatis digunakan untuk konversi object ke JSON.

RequestParam

@RequestParam akan menyematkan parameter dari query string ke parameter metode yang ada di controller class. Mapping antar parameter ini dilakukan berdasarkan property value yang di-set saat membuat @RequestParam. Ada juga property defaultvalue yang bisa diset, jika ingin menentukan nilai default untuk parameter/querystring  untuk request tsb. Misal @RequestParam(value=”umur”,  defaultValue=”2″) maka request yang bisa masuk adalah http://localhost:8080/ulangtahun?umur=1, jika http://localhost:8080/ulangtahun maka nilai parameter umur otomatis adalah 2.

Perbedaan utama antara controller MVC tradisional dan restcontroller adalah cara HTTP response body yang dihasilkan. Alih-alih mengandalkan view engine untuk melakukan rendering ke HTML, restcontroller ini hanya akan mengisi dan mengembalikan JSON object.

Eclipse IDE dengan mudah mengenali sintaks dan annotations yang digunakan untuk membuat aplikasi web berbasis rest atau restful web services.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s